Anika Kurniawati
SDN Slametan
Rabu, 15 April 2020
RESUME 12
KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI 


Narasumber malam ini adalah Bapak Tri Agus Cahyono, M.Pd guru SD Negeri, belik, Tepus,  Gunungkidul.
Beliau menamatkan pendidikan terakhir Program Studi Pacsasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Magister Pendidikan Dasar-IPA tahun 2015 melalui beasiswa P2TK Dikdas dengan predikat Cum Laude. Aktif sebagai ketua KKG Gugus V Purwodadi, Tepus Gunungkidul, DIY.

Beliau telah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai berikut:
Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016;
Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori MIPA;
Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017;
Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018.
Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019.
Materi yang telah disampaikan oleh Pak Agus kurang lebihnya yaitu sebagai berikut:
Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang.

 Sesuai Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh krathwool ada 6 tahapan berfikir kognitif yaitu :
1.Mengingat (C1)
2.Memahami (C2)
3.Menerapkan (C3)
4.Menganalisis (C4)
5.Mengevaluasi (C5)
6.Menciptakan (C6)

Dalam Taksonomi karya inovasi adalah sebuah tahapan puincak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginlan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut.
Jangan sampai kita berinovasi tapi :
1.Tidak tahu ilmunya
2.Tidak paham maksudnya
3.Tidak pernah menggunakan
4.Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
5.Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika anda ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.
Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.

Nah bagaimana cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Belajar kita lakukan pada saat mengajar. Cara belajar paling baik adalah dengan mengajar.

Bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya.
Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi)
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovatif
4. Konsisten

Contoh karya inovasi Pak Agus yang mendapatkan penghargaan inobel 2016  namanya media "Planetarium Bekam". Media ini adalah hasil dari ketidak puasan terhadap media konvensional yang selama ini beliau gunakan yaitu globe. Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan.  Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan. Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi

Fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul. Meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas. Khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah bumi. Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari. Sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar, Itu kendala yg harus diselesaikan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut Pak Agus mempunyai ide memasang kamera pada globe sebagai pengganti matahari.

Apakah karya inobel yang juara mesti ada unsur TIK- nya...? Tidak selalu, tergantung kebutuhan. Karya manual sederhana namun idenya luar biasa akan dapat melebihi karya yg berbasis TIK.
Kelebihan dari sebuah karya bukanlah dari sifat modern atau tradisionalnya tetapi lebih kepada kebermanfaatan, ide, dan kemudahan untuk digunakan dan direplika oleh orang lain. Meskipun karya berbasis TIK kelihatan lebih keren tetapi sulit untuk ditiru dibuat oleh guru lain atau sulit diaplikasikan di daerah2 tertentu maka nilainya akan kurang.

Kunci Inovasi menurut Pak Agus :
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama

Menurut Pak Agus minimalkan administrasi, utamakan ke hal-hal aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyaka hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yg penting-penting saja.

Pendaftaran inobel adalah melalui seleski karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yg menarik, segar/baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine.

Karya tulis yang paling bagus adalah karya pengembangan (Research & design), kalau tidak bisa lebih baik bestpractise.

Kendala Pak Agus untuk meraih juara inobel adalah pengendalian diri, agar tidak terjebak dalam sikap yg merugika penilaian juri. Semisal dalam menanggapi sanggahan atau masukan juri harus hati2 dan tidak menyinggung. Membela diri dengan dengan kata2 tersembunyi agar tidak terkesan rendah diri apalagi menyalahkan diri sendiri.

Dalam penilaian seleksi inobel pertama adalah seleski:
1. administrasi, karya tulis,
2.workshop,
3. final (display& presentasi)
Kunci lolos seleksi pertama harus membuat karya tulis yg layak lolos

Untuk membuat karya tulis yg layak lolos uji smiliarity tipsnya :
1. Sedikit mengutip langsung
2. Gunakan sumber asing terjemahkan sebisanya
3. Jangan membaca buku sumber / KTI oranglain saat menulis

Syarat lolos workshop:
1. Mengikuti kegiatan dengan baik
2. Apa yg diulang2 narasumber lakukan
3. Tetap fokus dan jangan minder dengan karya peserta lain

Syarat menang di final:
1. Berani modal untuk display yg baik
2. Rancangan Pencitraan sikap dalam presentasi
3. Berdoa dan tawakal jangan terlalu senang menikmati Jalan2 yg disediakan panitia.

Apakah di inobel selalu inovasi tentang alat peraga yang menjadi juara, apakah tidak ada yang berinovasi tentang model pembelajaran?
tidak, bisa tentang model atau pendekatanUntuk model atau pendekatan harus kuat dalam berteori (landasan teori) jadi menguasai teori2 belajar. Harus berhati2 dalam menyusun sintak yg mirip langkah2nya dengan model yg sudah ada karena akan terdeteksi plagiat.

Inobel tingkat nasional pendaftaran mandiri, tidak melalui penunjukan. Jika melalui penunjukkan mungkin penyelenggaranya tingkat propinsi atau kabupaten.

Luarbiasa materi kali ini cukup menginspirasi semoga kedepan kita semua lebih baik lagi dan dapat mengikuti jejak beliau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini